Awal tahun 80-an George Angell Keys mulai masuk di pusat para trader saat itu, Chicago. Sebagai floor trader lokal pada Mid American Commodity Exchange, fokus utama tradingnya adalah pada komoditi emas. Saat ini George Angell trading untuk dirinya sendiri, sebagai off-floor trader, dan ia mengatakan bahwa pengalaman di on-floor trading sungguh tak ternilai harganya. “Para floor trader berorientasi pada jangka yang sangat pendek. Itulah yang mengajarkan pada saya bagaimana mengenali trend, masuk pasar pada saat yang tepat, ambil profit Anda dan tinggalkan floor.” kata Angell. “Tetapi di floor Anda tidak bisa konsentrasi dengan baik. Orang-orang membicarakan posisi trading mereka, sangat ramai. Anda hampir tak bisa berpikir dengan jernih untuk melihat kondisi pasar yang sesungguhnya.” tambahnya.

Menurut George Angell, perkembangan teknologi dalam dasa warsa terakhir ini sangat mendorong kemajuan off-floor trader dan tentu saja bagi floor trader yang beralih menjadi off-floor trader akan merasa kehilangan manfaat yang diperoleh dari floor. “Floor trading menciptakan ‘public trader’. Public trader tidak menggunakan teknik scalping walau mereka terbiasa dengan trading secara harian.” jelas penulis buku ‘Winning in the Futures Market’ dan ‘Sniper Trading Workbook’ itu.

Dalam trading, Angell kurang menghiraukan analisa fundamental dan hampir 100% mengandalkan analisa teknikal. George Angell Keys adalah pemegang hak cipta sistem trading LSS dan Spyglass yang ia terapkan dalam keseharian tradingnya. “Anda membutuhkan sistem mekanis yang bisa diterapkan dalam trading. Tanpa itu Anda akan sulit untuk mengantisipasi pasar.” kata Angell. Dan juga “Setiap hari saya trading tanpa membaca atau mendengar opini para analis dan pakar. Opini-opini hanya membuat saya bingung, pada kenyataannya pasar sendirilah yang memberi tahu kemana ia akan bergerak.” tambahnya. Angell juga menjelaskan bahwa ia tidak menggunakan stop loss. “Masalahnya stop loss menyebabkan kita keluar pada level yang kita perkirakan terburuk. Saya menggunakan ‘action point’ sebagai pengganti stop loss. Artinya jika harga pasar telah mencapai point tersebut, saya keluar, tetapi saya menunggu terjadinya koreksi harga terlebih dahulu.” jelasnya.

Dari pengalaman tradingnya di pasar komoditi dan pasar keuangan, Angell berpendapat “Setiap jenis pasar mempunyai karakteristik masing-masing. Anda harus tahu karakteristik jenis pasar yang Anda tradingkan. Di floor, trader yang bergerak lamban tidak akan trading di S&P futures. Sesama trader akan segera saling tahu dari cara trading masing-masing, mana yang scalper, mana yang spreader dan mana yang trader harian.” Ditambahkannya bahwa ia juga trading di pasar bond. “ Beberapa institusi besar saat ini trading bond. Sama seperti pasar forex, tak ada yang bisa ‘menggoreng’ atau memanipulasi pasar bond.” katanya. Tentang pasar forex, khususnya Euro-dollar, Angell berkomentar “likuiditas sangat tinggi, tetapi volatilitasnya kurang.”

Ketika ditanya kenapa banyak trader yang gagal, Angell mengatakan “Pertama, kurang disiplin, kedua penerapan money management yang terlalu agresif, dan ketiga tidak tahu karakteristik pasar yang mereka tradingkan.” Apa nasehatnya untuk para trader pemula? “Terapkan management resiko dengan logis dan rasional. Jangan fokus pada profit, fokus pada kondisi pasar, profit akan datang dengan sendirinya.” kata George Angell.

Sumber : News For The Financial World