Belajar mengemudi vs Belajar Forex

belajar1

Net | Forextasik.com

Tasikmalaya, Forextasik.com – Ingatlah ketika anda dahulu pertama kali belajar naik motor atau mobil! saya cukup meyakini bahwa ketika pertama kali anda mncoba mengemudikannya anda pasti sudah tau teori2/ilmu cara mengemudi yg baik dan benar, ya bisa diblang setidaknya anda tau cara mengoper gigi, kupling, rem dll. tapi apa yang terjadi dilapangan? praktiknya ketika anda pertama mulai belajar? 100% saya yakin pasti anda akan merasakan apa yang namanya gugup, takut, was was, tidak terbiasa dan kemudian berfikir “ternyata walau secara teori saya ini tau tata cara mengemudikan kendaraan dengan baik dan benar tapi kalau langsung praktek mengemudikannya di jalan susah juga ya, blm trbiasa” kalau kata orang sunda mah “asa kararagok euy can biasa ai mimiti diajar th
nah kenapa bsa terjadi hal demikian? ada 3 sebab mnurut saya :

  1. Perbedaan feel (rasa) ketika belajar teori dan praktik;
  2. secara mental masih belum siap atau kita ragu ragu dalam menghadapi berbagai kondisi jalanan yg berbeda beda;
  3. “Feel the road” ketika mengemudi belum terasah, contoh : ketika akan menyalip mobil d depan kita, antara orang yang pertama kali belajar dengan orang yang sudah tahunan belajar mengemudi, maka :
  • orang yang pertama kali belajar akan ragu-ragu “ini saya salip jangan ya, aduh ini kira-kira bakal masuk ga nih kalau saya salip, selamat ga ya?” untuk misal akan menyalip dan di arah berlawanan ada mobil juga. Dan sebnernya ini malah berbahaya ketika kita ragu-ragu bgitu, bisa berakibat kecelakaan nantinya, karena apa? ya itu tadi “feel the road” nya belum terasah/teruji dengan baik.
  • lain halnya pengemudi yang sudah berpengalaman dalam hal ini sudah tahunan belajar, saya yakin pengemudi ini ketika akan menyalip dia sudah expert, dalam hal ini mental “feel the road” nya ini sdah teruji sehingga dia bisa tenang, santai,tidak ragu-ragu ,  mengutamakan keselamatan, mengemudikan kendaraan dalam batas kecepatan yang sesuai dengan kondisi saat itu (macet, jalanan berlubang dll) serta tau momen-momen yg pas ketika apakah dia harus menyalip mobil didepannya atau menunggu momen jalanan kosong saja untuk menyalip, dan semua itu dilakukannya dengan santai, tenang dan tidak ragu.

contoh lain dan tidak usah jauh-jauh, misal para anak muda/remaja yang baru pertama belajar naik motor kemudian dilepas di jalanan dengan kondisi apapun jalanan itu baik macet, berlubang, kosong pasti akan kebut-kebutan tanpa memikirkan keselamatan yg pnting sampai dengan cepat, sulap-salip mobil/motor didepannya dengan liar, pdahal resiko kecelakaanya sangat besar. ini smua krna mental “feel the road” dan mental berfikir si anak itu msih blm teruji dgn baik.

Jadi, apakah anda siap belajar dari awal?

“Feel the road” itu penting dan yang bisa kita lakukan untuk sampai ke tahap itu adalah dengan cara terus belajar dan belajar, coba aja pertama belajar naik mobil pasti belum terbiasa, masih kagok, tapi dengan seiringnya waktu berjalan kisaran 1-3 bulan bahkan tahunan, karena kita sering naik mobilnya maka kita akan jadi terbiasa dengan sendirinya bukan? rasa kagok itu seakan-akan hilang dan setelahnya “feel the road” itu dengan sendirinya juga akan muncul/terasah karena kita dalam jangka waktu itu melalui pengalaman, kita bisa menyesuaikan diri dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi jalanan yang berbeda beda.

Apa yg kita bisa tarik kesimpulan dari tulisan diatas? dan apa hubungannya atau analoginya dengan trading forex?

melanjutkan dan menjawab pertanyaan di atas, kenapa saya bisa menganalogikan belajar menyupir dengan belajar trading forex?
karena begini, menurut hemat saya ada beberapa persamaan diantara keduanya, dan mari kita coba uraikan :

  1. teori dan praktek mempunyai feel yang beda, sama seperti menggunakan akun demo atau akun real dalam trading forex. tidak sedikit para pemula belajar forex dari dasar/ilmu/teori/yang mereka dapat entah dari buku, internet, seminar, atau bahkan pelatihan berbayar ratusan ribu bahkan jutaan dri master forex (yang katanya) dan menurut saya bila diadakan ujian tertulis pun para pemula ini pasti dapat nilai 90-100, karena bisa dibuktikan berdasarkan sepengetahuan saya, teori atau ilmu dasar tentang trading forex itu tidak terlalu banyak dan sangat mudah dipahami sebetulnya.
  2. Belajar nyupir sama belajar trading forex sama-sama berat dan susah di praktik, membutuhkan usaha, kerja keras, ketekunan, kesabaran, dan kedisiplinan.
  3. Pembentukan mental bagi supir yaitu “feel the road”dan mental dalam trading forex “feel the market” yang membutuhkan proses yang lumayan panjang, buah hasil belajar dan pengalaman, karena sperti uraian yang disampaikan di atas, mari kita ubah kata supir dengan “perbedaan trader pemula dengan trader berpengalaman dlm mensiasati pasar valuta asing/forex”.
  • trader pemula biasanya setelah menganalisa akan ragu-ragu untuk membuka posisi, ada rasa was was dan takut, sehingga bertanya-tanya apakah Posisi saya sudah benar? apa akan kena Take Profit atau Stop Loss/floating? sehingga dia terkadang melewatkan momen yang sebenarnya peluang profitnya bagus, kemudian ada juga trader pemula yang sifatnya agresif mereka menganalisa pasar, kemudian Open posisi dan benar kena Take Profit berkali-kali dan akhirnya si trader itu merasa dirinya hebat, kemudian mengabaikan resiko/money management, dia jadi Open Posisi bertubi-tubi dengan penggunaan lot yang tidak bijak karena sudah dikendalikan nafsu ingin melipatkan ganda kan modal investasi secara cepat, okelah 1-3 kali mungkin sukses tapi percayalah pada akhirnya modal dan profit ludes juga di mangsa pasar forex, resiko besar dan gampang celaka, karena trader seperti ini mental “feel the market” nya belum terasah/teruji, belum mengetahui dan belum bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang dinamis/ fluktuatif berbeda beda, seperti halnya jalanan raya (analogi ini kurang lebih sama dengan remaja yg baru belajar naik kendaraan – TULISAN AWAL).
  • Trader berpengalaman, tentu trader yang sudah masuk tahap ini, mempunyai mental “feel the market” yang tajam/teruji, karena pengalaman pernah merasakan jatuh bngun, manis pahitnya sebagai trader. ingat mitos “kalau pertama naik motor atau mobil belum dikatakan lulus kalau belum jatuh” ya bisa juga dikatakan seperti walaupun hanya mitos saja. Open Posisi dengan yakin sesuai analisa dan momen yg paas/terjadi, dapat menyesuaikan diri dengan segala macam kondisi pasar (berkaitan dengan teknik/strategi trading yang digunakan), mempunyai kemampuan masuk pasar/OP seperti hal nya menyalip kendaraan, dia bersabar menunggu momen yang bagus dulu yang pas, baru membuka posisi buy maupun sell.

maka dari itu saya menghimbau kepada para trader pemula maupun yang lama tapi masih belum konsisten, jangan cepat menyerah, terus lah berdoa kemudian belajar belajar dan terus belajar, tekun, disiplin, karena sejujurnya ikhtiar tanpa doa juga itu akan sia sia.

Sekian dan Terimakasih 🙂

 

Author: Nugraha Adi Permana, S.H.

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: